JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, dalam penanganan bencara banjir bandang di Wasior, Pemerintah Daerah sudah bergerak cepat, sehingga korban berhasil dievakuasi. Warga yang selamat kini mengungsi ke Manokwari dan Nabire.
"Tanggap darurat penanggulangan bencana Wasior berlangsung hingga tanggal 18 Oktober mendatang," kata Salim Segaf, Senin (11/10/2010), di Jakarta.
Mensos Salim Segaf Al Jufri bersama Menko Kesra Agung Laksono tiba di Manokwari, Sabtu pagi dan kembali ke Jakarta Minggu kemarin. "Kami apresiasi Pemda bergerak cepat, sehingga korban segera dievakuasi. Sampai saat ini tercatat 104 meninggal, 185 luka berat, 535 luka ringan dan sebanyak 68 warga dilaporkan hilang," ungkapnya.
Catatan Kompas.com, hingga pagi ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana mncatat korban tewas sudah 144 orang, luka berat 186, luka ringan 135 orang, sementara korban yang masih dicari 103 orang.
Penduduk kota Wasior relatif padat, sekitar 7.000, sebagian mengungsi ke Manokwari (1.859 orang) dan Nabire (135 orang).
Menurut Mensos tanggap darurat berlangsung sampai 18 Oktober 2010 dengan kegiatan pencarian korban, pembersihan kota, pembangunan rumah sementara dan sekolah darurat. RSUD Wasior rusak ringan, sehingga sebagian korban dibawa ke RS Manokwari dan Nabire.
"Kita butuh alat berat untuk membersihkan kota dan mencari korban yang tertimbun longsor. Kami juga sudah siapkan lahan untuk pemukiman sementara di tempat yang aman," jelas Salim Segaf.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang