Bencana wasior

Tanggap Darurat Sampai 18 Oktober

Kompas.com - 11/10/2010, 13:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, dalam penanganan bencara banjir bandang di Wasior, Pemerintah Daerah sudah bergerak cepat, sehingga korban berhasil dievakuasi. Warga yang selamat kini mengungsi ke Manokwari dan Nabire.

"Tanggap darurat penanggulangan bencana Wasior berlangsung hingga tanggal 18 Oktober mendatang," kata Salim Segaf, Senin (11/10/2010), di Jakarta.

Mensos Salim Segaf Al Jufri bersama Menko Kesra Agung Laksono tiba di Manokwari, Sabtu pagi dan kembali ke Jakarta Minggu kemarin. "Kami apresiasi Pemda bergerak cepat, sehingga korban segera dievakuasi. Sampai saat ini tercatat 104 meninggal, 185 luka berat, 535 luka ringan dan sebanyak 68 warga dilaporkan hilang," ungkapnya.

Catatan Kompas.com, hingga pagi ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana mncatat korban tewas sudah 144 orang, luka berat 186, luka ringan 135 orang, sementara korban yang masih dicari 103 orang.

Penduduk kota Wasior relatif padat, sekitar 7.000, sebagian mengungsi ke Manokwari (1.859 orang) dan Nabire (135 orang).

Menurut Mensos tanggap darurat berlangsung sampai 18 Oktober 2010 dengan kegiatan pencarian korban, pembersihan kota, pembangunan rumah sementara dan sekolah darurat. RSUD Wasior rusak ringan, sehingga sebagian korban dibawa ke RS Manokwari dan Nabire.

"Kita butuh alat berat untuk membersihkan kota dan mencari korban yang tertimbun longsor. Kami juga sudah siapkan lahan untuk pemukiman sementara di tempat yang aman," jelas Salim Segaf.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau